Orang bilang, cinta itu buta... Orang bilang, kalo lagi jatuh cinta, tai kucing rasa coklat... Coba deh kalo misalnya ada 1 cowo jatuh cinta sama cewe yang jelek, personalitynya jelek pula, trus loe tanya cowo itu: "kenapa sih loe bisa jatuh cinta sama dia?" Maka cowo itu kemungkinan akan balik nanya: "emangnya cinta butuh alasan? I love her just the way she is. I love her because she is her. With all the pluses and minuses."
Kisah cinta gue sama Beijing juga kurang lebih kayak gitu kali yah. Beijing bukan kota ternyaman untuk ditinggali. Although improving, Beijing masih berantakan banget, orang-orangnya juga masih belom bisa berkualitas banget, mana biaya hidupnya cukup tinggi juga... Kemaren ini pas keluarga gue dateng, semuanya pada complain. Dan emang dasar orang Indonesia yang ngefans sama Singapur, mereka selalu membandingkan Beijing dengan Singapore. Mulai dari Subwaynya (mereka bahkan bilang subway itu 'MRT'), sampe orang-orangnya. Mereka tanya sama gue: "koq loe betah sich tinggal di sini? kan di luar sana ada kehidupan yang lebih nyaman? Koq lo ga mau?"
Justru itu! Kembali lagi ke si Putri. Si Putri dari kecil sampe SMA selalu hidup dalam siraman kasih sayang dan perhatian dari orang2 di sekelilingnya. Mau ke mall aja, dianterin... Mau ke rumah nenek yang jaraknya 200 meter aja, dianterin naik MOBIL (that's extreme). Ga cuma itu, urusan makan, pake baju apa, semuanya diatur. Sedangkan di Beijing, yang kata orang punya problem masalah HAM, gue malah bisa sebebas-bebasnya. Keluar rumah kapan aja bisa, pulang jem berapa aja boleh. Intinya, I take control of my life, dan Beijing itu memadai bagi gue untuk menjalankan itu semua. Di sini harga juga masih terjangkau. Jadi intinya, meski Beijing bukan tempat paling nyaman untuk ditinggali, tapi adalah tempat yang mudah untuk hidup, dengan catatan loe udah bisa memaklumi semua kekurangannya.
Jadi kalo ada yang tanya, kenapa gue betah banget tinggal di Beijing, gue rada-rada susah juga jelasinnya. Pokoknya, gitu dehhhh.... :)
Petualangan Sang Putri di Peking
Friday, July 9, 2010
Tuesday, July 6, 2010
Opening Speech
This blog will be about:
A journey of a common Indonesian girl in Beijing. Back at home, she was the typical Indonesian girl. She lived with her parents and got so much attention from them. When she moved to Beijing at the age of 18, things changed and she started to live independently, without family or friends. In this 4 years, she learned a lot, changed a lot. You will also learn how she fell in love with this city, THE Jing.
Why Putri Peking:
Well, I just liked alliteration/rhyme. I like 'Peking' better than 'Beijing', and was thinking what alliterated/rhymed with Peking. And in few seconds the word 'Putri', means Princess came out of sudden. And why not Peking Princess? Again, I like the word Putri better, indicates that the Princess is an Indonesian. :)
The Goal of this blog:
Firstly, for fun. Secondly, to tell people how it's like to live in Beijing. All of the stories are non-fictional (unless otherwise stated). And although this is not the main goal, but I wish someone would want to publish this story =D.
Posts will mainly be in Indonesian.
A journey of a common Indonesian girl in Beijing. Back at home, she was the typical Indonesian girl. She lived with her parents and got so much attention from them. When she moved to Beijing at the age of 18, things changed and she started to live independently, without family or friends. In this 4 years, she learned a lot, changed a lot. You will also learn how she fell in love with this city, THE Jing.
Why Putri Peking:
Well, I just liked alliteration/rhyme. I like 'Peking' better than 'Beijing', and was thinking what alliterated/rhymed with Peking. And in few seconds the word 'Putri', means Princess came out of sudden. And why not Peking Princess? Again, I like the word Putri better, indicates that the Princess is an Indonesian. :)
The Goal of this blog:
Firstly, for fun. Secondly, to tell people how it's like to live in Beijing. All of the stories are non-fictional (unless otherwise stated). And although this is not the main goal, but I wish someone would want to publish this story =D.
Posts will mainly be in Indonesian.
Subscribe to:
Posts (Atom)